Berbeda dari biasanya, kini Louis kembali ke mansion sebelum waktu dini hari menyapa. Louis tidak langsung menaiki anak tangga, melainkan dia melangkahkan kakinya menuju kamar sang papa. Dia ingin memastikan sang papa telah beristirahat, mengingat saat ini sudah hampir jam sebelas malam. Karena pintu kamar papanya tidak pernah terkunci sejak sang papa keluar dari rumah sakit, jadi kedatangannya tidak akan mengusik istirahat laki-laki paruh baya tersebut. Dengan sangat perlahan agar tidak menimbulkan suara, dia membuka pintu kamar sang papa. Setelah pintu sedikit terbuka, dia mengerutkan kening ketika indra pendengarannya samar-samar menangkap suara sang papa. Saat membuka pintunya lebih lebar, dia melihat sang papa yang duduk membelakanginya sedang berbicara di telepon. Masih tanpa menimbu

