Sepeninggal Henry membawa Robbert ke rumah sakit, Sherly masih terenyak atas fakta yang baru saja diungkap oleh Louis dengan cara tak lazim. Bahkan, sampai membuat orang terkapar bersimbah darah. Sherly tidak menyalahkan Louis yang bertindak di luar kendali, mengingat keadaan laki-laki tersebut sedang berada di bawah kekuasaan api amarah karena sebuah pengkhianatan. Namun, tetap saja tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan juga. Apa pun masalah yang terjadi sebenarnya bisa diurai sekaligus diselesaikan dengan kepala dingin dan secara dewasa. Akan tetapi, mengingat tingkat kontrol emosi setiap orang berbeda, maka Sherly pun tidak bisa menyamaratakannya. Sherly bukannya membenarkan tindakan Louis, tapi dia mencoba menempatkan diri pada posisi laki-laki tersebut. Setelah mengirimkan kontak D

