TRB 37

1966 Kata

Louis menatap satu per satu bukti yang berhasil dikumpulkan oleh Henry dengan ekspresi menahan amarah. Dia tidak menyembunyikan kemarahan yang kini sedang berkecamuk sekaligus memenuhi hati dan pikirannya. Bahkan, wajahnya semakin memerah saat mengetahui bahwa pasangan pengkhianat tersebut sudah mengucap janji suci dan disaksikan oleh kedua mertuanya sendiri. Walau Louis mempunyai insting bahwa dirinya dikhianati oleh orang-orang terdekatnya, tapi dia sangat tidak menyangka akan separah ini. Dia ditikam dari berbagai arah. Calon pengantinnya yang kabur, pamannya sendiri, dan kedua mertuanya. Semua sangat kompak berkonspirasi mengkhianatinya. Namun, yang kini menjadi pertanyaan besar Louis adalah alasan mendasar mereka berkonspirasi melakukan pengkhianatan. Dia membanting foto-foto di tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN