Sejak membuka mata di pagi hari, Sherly kembali disambut oleh perasaan dilema yang kemarin malam menderanya. Sebelum menuruni ranjang, Sherly menoleh ke samping dan mendapati Louis yang masih tertidur lelap. Laki-laki tersebut berbaring menyamping dan menghadapnya. Dengkuran halus yang diciptakan oleh Louis mau tak mau membuat Sherly menarik kedua sudut bibirnya ke samping, sehingga membentuk seulas senyum tipis. Merasa puas menatap Louis, Sherly pun langsung menuruni ranjang. Sherly ingin segera membersihkan dirinya sebelum menyiapkan pakaian untuk Louis, yang sudah menjadi aktivitas rutin dan wajibnya selama menyandang status sebagai istri dari laki-laki tersebut. Sherly berharap rasa dilema yang mulai menggerogotinya ikut luruh saat dia membersihkan diri. Seperempat jam berada di dalam

