TRB 43

1761 Kata

Merasa cukup meluapkan tangisnya, Sherly menjauhkan tubuhnya dari pelukan Louis. Mumpung saat ini sudah bertemu dengan Shirley dan tidak mau masalah yang sedang terjadi berlarut-larut hingga tak berujung, Sherly pun memutuskan untuk menuntaskannya. Dengan kasar dia menyusut air matanya yang telah membasahi pipinya, sebelum menghiraukan keberadaan Shirley yang masih berlutut sambil terisak di sampingnya. “Bangunlah. Percuma kau berlutut di samping atau di hadapanku karena semua yang telah terjadi tidak akan bisa dibatalkan lagi. Pertanggungjawabkan saja setiap perbuatan yang telah kau lakukan di hadapan Tuhan. Kau mau berlutut sampai kapan pun tetap tidak akan bisa mengubah keadaan saat ini. Perlu kau ketahui bahwa statusku kini bukan hanya sebagai pengantin pengganti dirimu, melainkan tel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN