Tiara duduk di kursi belakang mobil sedan mewah Abimana. Jendela mobil yang gelap meredam keramaian jalanan, menciptakan ruang isolasi yang dingin, hanya ditemani hembusan AC dan keheningan dari sopir yang duduk di depan. Sopir itu, salah satu wajah baru yang ia lihat tadi pagi, fokus pada kemudi, tampak seperti patung yang tak peduli. Di dalam isolasi mobil itu, badai kemarahan Tiara memuncak. "Harus banget dia ninggalin aku gini?" Tiara bergumam kesal, menatap cepat ke punggung sopir, lalu membuang pandangan ke luar jendela. "Cuma demi nunjukkin siapa yang pegang kendali? Pria sialan!" Ia mengumpat dalam hati. Tiara sangat kesal dengan suaminya. Abimana terlalu overprotective dan sangat dominan sampai ke akar-akarnya. Sedikit saja ia menyimpang dari garis kejujuran, Abimana langs

