Pintu rumah terbuka otomatis begitu mobil hitam itu berhenti di garasi. Abimana mematikan mesin, lalu melirik ke arah Tiara yang masih duduk sambil meregangkan pundaknya. “Aku duluan mandi,” ucap Tiara, langsung membuka pintu dan melangkah keluar. Abimana mengikutinya dengan langkah santai. Ia tidak terburu-buru, justru menikmati pemandangan dari belakang—punggung ramping istrinya yang berbalut rompi pelindung, rambut yang acak-acakan, dan langkah kaki yang tetap tegap meski tubuhnya pasti lelah. Begitu sampai di kamar, Tiara langsung melepas ikat rambutnya dan membuka kancing atas rompi hitam yang masih melekat di tubuhnya. Ia menoleh, menatap Abimana yang sudah bersandar di ambang pintu sambil melipat tangan. “Bantuin lepasin. Berat,” pinta Tiara, separuh manja, separuh lelah. Abima

