Sesuatu Yang Menjadi Tanda Tanya (?) 🔥

1502 Kata

Ia mengerjap, merasakan tubuhnya pegal namun puas. Hal pertama yang ia cari adalah suaminya. Seperti dugaannya, ranjang di sebelahnya sudah kosong dan dingin. Abimana sudah tidak ada. Tiara menghela napas, ia tidak terkejut. Kebiasaan Abimana adalah bangun pagi-pagi, seolah malam sebelumnya tidak ada pergulatan hebat yang menguras energi. Tiara menggeser selimut, kakinya baru saja menyentuh lantai yang dingin, namun tiba-tiba Abimana muncul. "Jangan buru-buru turun, Sayang." Suara Abimana terdengar dari ambang pintu. Pria itu berdiri di sana, mengenakan kaus rumahan longgar dan celana pendek, tangannya memegang nampan besar berisi sarapan. Abimana tersenyum, senyum yang santai, jauh dari seringai iblis yang ia tunjukkan semalam. "Aku sudah tahu kamu akan kedinginan," lanjut Abimana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN