Rahasia Besar Terungkap

1554 Kata

"Siapa?" tanya Yuna penasaran. Arvan terdiam sejenak, ragu apakah harus menjawab atau tidak. Namun, melihat tatapan penuh harap dari ibunya, ia akhirnya menghela napas dan menjawab, "Vikram." Yuna menatap tajam pada putranya. "Nggak sopan kamu sebut nama aja sama Papa mertua!" Arvan meringis pelan. "Aku angkat dulu, Ma." Yuna mengangguk perlahan. "Kita harus bicara, Arvan." Suara Vikram terdengar dari seberang sana. "Bicara saja," jawab Arvan. "Adelia baik-baik saja?" "Menurut Anda bagaimana?" Terdengar helaan napas panjang dari Vikram. "Saya tahu kejadian kemarin sangat menyakiti Adelia. Tapi, saya tidak bisa menutupi semuanya lagi." "Seharusnya Anda berpikir berulang kali untuk mengatakan sesuatu yang menyakiti hati putri Anda!" seru Arvan. "Aku memang bersalah." Arvan menden

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN