* * Viona menarik nafasnya dalam-dalam demi mengurangi rasa kesal di hatinya. Setelah dia merasa semua masih baik-baik saja, wanita itu memutuskan untuk segera mengetuk pintu rumah yang disewa Biantara sebelum lelaki itu marah lagi. Tadi, Viona diberi waktu untuk mandi dan bersiap, sementara Biantara pun melakukan hal yang sama. Jadi, saat wanita itu sampai disana, mungkin hanya tinggal menyiapkan perlengkapan kerja Biantara saja karena lelaki itu janji kepada Dhio akan mengajak sarapan di luar. Tok tok tok. Tak sampai satu menit, pintu terbuka. Tapi, Bukan Biantara yang membukanya, melainkan Jonathan yang sudah rapi dengan setelan jas mahalnya. “Masuklah!” Ucap laki-laki itu, datar. Menatap pun juga sekilas saja. Entahlah, dulu mereka cukup akrab. Tapi, setelah lima tahun tidak ber

