63. Cahaya

1014 Kata

Tepat di depan mereka, ada sebuah api unggun yang menyala dengan sangat anggun dan indah, memancarkan cahayanya yang hangat. Di samping api unggun, ada selembar kain besar terbentang tak jauh, serta belasan bola lampu yang bertebaran di atas pasir. Tidak hanya itu, tapi ada juga sebuah tenda kemah berwarna putih yang estetik dengan dihiasi tirai lampu-lampu kecil serta bunga-bunga yang memberi sentuhan romantis pada malam yang gelap. Cahaya dari api unggun dan lampu-lampu kecil itu menciptakan pemandangan yang syahdu, kontras dengan lautan yang berkilauan di belakangnya. "Raven..." Maura menatap pria itu dengan bingung, tidak tahu harus berkata apa. "Ini... apa? Kenapa~~" Raven menoleh ke arahnya dengan memulas senyum samar. “Ini hadiah kecil dariku,” ucapnya dengan nada rendah. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN