Di kamar yang redup diterangi cahaya bulan yang menerobos melewati celah tirai, Raven dan Maura pun tenggelam dalam lautan kehangatan yang terasa seolah meluluhlantakkan logika. Nafas mereka yang saling menderu terdengar bersahutan, penuh gairah serta keintiman yang melampaui batas hanya sekedar kata-kata. Di luar sana, salju yang tebal dan dingin telah menyelimuti seluruh benda tanpa terkecuali, namun di dalam ruangan ini seluruh udara di sekitar mereka seolah dipenuhi oleh bara api gelora yang terus menerus menyala tanpa ada habisnya. "Uh, Raven..." Maura melenguh dengan tubuh gemetar karena hasrat yang telah mengisi penuh seluruh dirinya. Sudah hampir satu jam Maura tak berhenti bergerak untuk memuaskan pria yang tak juga mendapatkan kepuasannya, meskipun Maura telah berupaya denga

