“Maafkan aku, Jewel. Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa sekasar itu kepadamu. Kalau saja aku mendengarkannya sejak awal, kau tidak mungkin mengalami hipotermia ringan seperti tadi dan kita masih menggenggam barang bukti,” tutur Amber sebelum menggigit bibir menahan tangis. Sekali lagi, Adam tertawa ringan. Walau tanpa suara, ia mampu membendung tangis istrinya. “Kenapa kau malah tertawa? Apa yang lucu? Ini masalah serius, Jewel. Sekarang kita tidak punya bukti untuk melawan kakakmu,” tutur Amber serius. “Kau tidak perlu cemas, Precious. Semua telah kupertimbangkan dengan matang. Sekarang, mari bersantai sejenak. Sudah lama aku tidak memelukmu seperti ini,” ujar sang pria sembari merapatkan kepala sang istri ke pundaknya. Namun, belum lewat dua detik, Amber kembali mendongak. “K

