Langkah Amber melambat saat matanya menangkap kesibukan Ruby di dapur. Wanita itu beberapa kali memindahkan peralatan dari meja ke wastafel. Setelah menyisakan strawberry cake dan dua kotak bekal, ia mulai mengelap dengan lincah. “Apa yang kau lakukan?” tanya Amber tak senang. Dengan tergesa-gesa, ia pergi memeriksa. “Hai!” sapa Ruby membuatnya tersentak. Sejak kapan si Rambut Mencolok itu berubah ramah? “Urusan kalian sudah selesai? Aku bingung harus melakukan apa. Daripada membuang waktu, kubuatkan saja lasagna sebagai tanda terima kasihku.” Dengan raut curiga, Amber mengikuti arah telunjuk yang runcing itu. Ternyata, oven baru Adam sedang menyala. “Kau bisa membuat lasagna?” desahnya spontan. “Bukankah itu mudah? Kita tinggal memanggang pasta yang diisi dengan daging, saus, bumbu,

