Adam tertawa tipis saat melihat ponsel di hadapannya. Setelah tiga hari berlalu, apa yang ia prediksikan akhirnya menjadi kenyataan. Hampir semua portal berita bisnis membahas tentang Smith Company yang semakin dekat dengan kehancuran. “Lihatlah, Precious! Kita menang telak. Ed tidak berani lagi menampakkan diri di depan kamera. Dia pasti sedang kebingungan menghadapi konsekuensi dari perbuatan buruknya,” gumam Adam seraya menggosok-gosok lengan wanita yang bersandar pada pundaknya. Alih-alih ikut tertawa, Amber malah menghela napas samar. Alisnya berkerut dan tangannya terus mengelus perut. Menyadari keheningan itu, Adam pun melirik. Ketika mendapati kegelisahan sang istri, ia langsung menurunkan ponsel dan memutar posisi duduk. “Ada apa, Precious? Kenapa kau murung? Apakah kau kec

