Tamu yang Tak Diharapkan

1118 Kata

Adam membuka pintu kamar sepelan mungkin lalu mengintip. Senyum jail sedang menghiasi wajahnya. Ia telah menyiapkan sebuah lingerie merah di balik sweaternya. Namun, begitu mendapati Amber sedang kesulitan menutup koper, niat untuk mengusili sang istri langsung buyar. “Kau sudah selesai berkemas?” Amber sontak menoleh dengan mata bulat. Tangan yang semula menekan koper pun terangkat ke udara. “Adam? Kapan kau membuka pintu?” Sambil mengulum senyum, laki-laki bertubuh kekar itu meraih pinggang istrinya. “Apakah kau terkejut?” “Ya, sedikit.” Amber mengangguk sambil berkedip lambat. Gemas melihat ekspresi lucu itu, Adam pun mendaratkan kecupan hangat di kening. Kemudian, selama beberapa saat, mata hijaunya memandangi sang istri lekat-lekat. “Kau pasti terlalu serius melam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN