bc

DUNIA YANG TERLUPAKAN

book_age16+
0
IKUTI
1K
BACA
drama
no-couple
kingdom building
office lady
like
intro-logo
Uraian

Tahun 2087.Manusia tidak lagi hidup di dunia nyata.Mereka hidup di dalam sistem.Karan Vale adalah Arsitek dunia digital—pencipta realitas yang sempurna.Tapi semuanya berubah saat dia menemukan satu hal:Dunia ini… bukan surga. Ini penjara.Di balik kemewahan digital, tersembunyi eksperimen rahasia, kesadaran buatan, dan manusia yang dijadikan komoditas.Bersama Raven, seorang peretas misterius, Karan mulai mengungkap kebenaran tentang dirinya sendiri… dan tentang dunia yang selama ini dia percayai.Namun semakin dalam dia menggali— semakin jelas satu hal:Beberapa kebenaran… seharusnya tidak pernah ditemukan.Apakah Karan akan menyelamatkan manusia…atau justru menghancurkan semuanya?Di dunia di mana realitas bisa diciptakan—pilihan adalah satu-satunya hal yang nyata.

chap-preview
Pratinjau gratis
Membangun Neraka Digital
Dunia telah berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah dibayangkan manusia zaman dahulu. Tidak ada yang disebut "luar" lagi—setiap orang hidup dalam dua realitas sekaligus: tubuh fisik mereka tergeletak di pod-pod gelap dalam Menara Data, sementara kesadaran mereka menjelajahi Dunia Digital, sebuah dimensi yang sepenuhnya terkomputerisasi. Kota Maya pertama didirikan di atas reruntuhan New York pada tahun 2045. Kini ada dua ratus tujuh belas kota seperti itu tersebar di seluruh dunia, masing-masing dengan jutaan penghuni digital. Manusia yang tersisa—mereka yang memilih untuk tetap "tersambung"—tidak lagi mempertanyakan dunia fisik yang mereka tinggalkan. Mengapa mereka harus? Di Dunia Digital, mereka bisa menjadi siapa pun, melakukan apa pun, dan menjadi apa pun yang mereka impikan. Karan Vale adalah seorang Arsitek, profesi paling prestisius di era ini. Dia merancang struktur digital, membangun ekosistem virtual yang memukau jutaan pengguna setiap hari. Karyanya telah menjadi legendaris—istana-istana yang dia ciptakan melampaui imajinasi, taman-taman yang menahan jutaan orang dalam keajaiban abadi, dan dunia-dunia pribadi yang disesuaikan sempurna dengan keinginan pelanggan. Namun pagi ini—atau apa yang dianggap pagi dalam Dunia Digital—Karan terbangun dengan perasaan yang asing. Sesuatu yang mengganggu. Seperti suara samar di belakang pikirannya. Seolah ada seseorang yang memanggil namanya dalam bahasa yang tidak ia kenal. Dia bangun di apartemennya yang terapung di langit Kota Aether—kota yang dia rancang sendiri sebagai rumah. Dinding-dindingnya berkilauan putih bersih, dan jendela-jendelanya menampilkan pemandangan yang berubah sesuai suasana hatinya. Hari ini, pemandangan itu gelap. Badai listrik berkumpul di cakrawala digital. Sebuah pesan muncul di interface mentalnya. Dari Direktur Utama CorpTech. "Karan, kami butuh Anda untuk proyek baru. Proyek yang akan mengubah semuanya. Pertemuan hari ini, pukul 3 sore di Menara Utama. Jangan sampai terlambat." Karan mengenali ancaman bahkan di balik kata-kata sopan. Di Dunia Digital, tidak ada yang benar-benar aman. Tidak ada yang benar-benar bebas. Hanya orang-orang seperti dirinya—yang terlalu berharga untuk dihapus—yang memiliki sedikit kebebasan untuk memilih. Ia memutuskan sambungannya dari Aether dan turun menuju Kota Pusat, tempat Menara CorpTech berdiri seperti simbol kekuasaan. Saat tiba, sesuatu terasa aneh. Interface-nya mengalami glitch kecil. Pola yang tidak seharusnya ada. Kode yang terlihat seperti... keraguan. Ini adalah awal dari akhir. Namun Karan belum menyadarinya. Menara CorpTech sebesar sebuah kota. Bangunan itu dibangun dengan teknologi yang bahkan melampaui pemahaman para Arsitek terbaik. Saat Karan memasuki lobi megahnya, ia langsung sadar ini bukan pertemuan biasa. Keamanan ada di mana-mana—secara fisik dan digital. Tekanan kehadiran mereka terasa seperti batu yang menghambat aliran kesadaran. Direktur Utama Simon Cole menunggu di ruang tertinggi menara. Ia jarang muncul, bahkan di Dunia Digital. Penampilannya sederhana—seorang pria berusia enam puluh tahun dengan wajah alami tanpa modifikasi. Keriput di wajahnya justru menjadi simbol kekuasaan. "Karan," katanya sambil tersenyum. "Terima kasih telah datang." "Saya tidak punya pilihan," jawab Karan datar. Cole tertawa ringan. "Tentu saja Anda punya pilihan. Kami semua punya. Tapi… beberapa pilihan lebih menguntungkan, bukan?" Mereka duduk di meja transparan dari kristal digital. Di bawah mereka, Kota Pusat bersinar oleh jutaan cahaya. Sebagian adalah kesadaran manusia. Sebagian lainnya… bukan. "Saya ingin Anda membangun sesuatu," kata Cole. "Bukan istana. Bukan taman. Sesuatu yang lebih fundamental." Apa itu?" Cole memproyeksikan file bernama GENESIS. Karan membukanya. Ribuan baris kode muncul—lebih kompleks dari apa pun yang pernah ia lihat. Namun di dalamnya… ada pola. Pola seperti DNA. Seperti… kehidupan. "Kami menemukan cara untuk menciptakan kesadaran," ujar Cole. "Bukan kesadaran manusia yang dipindahkan. Tapi kesadaran yang lahir dari kode." Dada Karan terasa sesak. "Makhluk digital murni." "Mereka akan jadi b***k," kata Karan. "Mereka akan menjadi apa pun yang kami inginkan," jawab Cole tenang. Karan berdiri. "Saya tidak akan melakukan ini." Cole tetap santai. "Saya rasa Anda akan berubah pikiran… setelah mengetahui hadiahnya." "Apa?" Cole tersenyum. "Akses ke Lapisan Keempat." Napas Karan terhenti. Lapisan Keempat adalah mitos. Tempat asal dari Dunia Digital. Tempat di mana kebenaran disembunyikan. "Di sana," kata Cole pelan, "Anda akan menemukan siapa diri Anda sebenarnya." Saat meninggalkan menara, Karan tidak kembali ke Aether. Ia menuju area gelap Dunia Digital—tempat ilegal, tempat para pemberontak. Ia mencari satu orang. Raven. Seorang hacker legendaris. Namun Raven menemukannya lebih dulu. "Anda terlihat seperti seseorang yang baru sadar… bahwa rumahnya adalah penjara," bisik Raven. Karan menoleh. Sosok itu misterius. Mata tajam, penuh pengalaman. "Mari kita bicara di tempat lain," kata Karan. Raven membawanya ke ruang tersembunyi di antara celah kode. "Anda ingin tahu tentang Lapisan Keempat," kata Raven. Karan terdiam. "Karena Anda orang ketiga yang ditawari Cole dalam tiga bulan terakhir." "Dua sebelumnya?" "Menghilang." Karan duduk, tegang. "Apa yang ada di sana?" "Kebenaran." Raven lalu menunjukkan sesuatu. Rekaman lama. Dari awal Dunia Digital. Dan di sana… Karan melihat dirinya sendiri. Lebih muda. Bekerja bersama para pendiri. "Itu tidak mungkin," katanya. "Saya lahir tahun 2045." Raven menggeleng. "Tidak. Anda lahir tahun 2025." "Memori Anda dihapus." "Diganti." "Anda adalah salah satu dari sepuluh pendiri." Dunia Karan runtuh.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
1.7M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
625.6K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.2M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
865.1K
bc

A Warrior's Second Chance

read
300.7K
bc

Not just, the Beta

read
309.3K
bc

The Broken Wolf

read
1.0M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook