"Dasar bodoh! Bagaimana bisa kau berikan name card aslimu kepada owner itu! Jangan coba-coba kau memberi tahu apa pun tentangku, saat Erik berhasil menemukan - mu nanti," pekik seorang wanita kepada seseoran di ponselnya. "Akan buruk yan terjadi dengan adik perempuanmu, jika kau sampai buka mulut!" acam wanita itu. Tidak ingin mendengar apa pun lagi, dia memutus panggilan lalu menghempaskan ponselnya ke ranjang, menyapu dengan tangan semua yang ada di meja rias. "Kenapa! Mereka selalu terhindar dan dapat menggagalkan semua usahaku!" berang wanita itu, beranjak dari ranjang membuka laci. Mengambil senjata api yang jarang sekali dia gunakan. Diarahkanya senjata api jenis revolver itu ke cermin yang ada dihadapanya, dengan memekik kencang, mengupat karena kesal. Dia melepaskan satu tembak

