Raja Heng Louyan berusaha menangkap Fang yang masih dengan lincah melarikan diri serta mencoba menyerangnya. Dia masih berpikir jika Fang akan memotong tubuhnya. Pedang itu sangat besar. Mungkin hanya laki-laki sekuat Fang yang bisa menggunakannya. Pertarungan tidak terbilang sengit. Hanya Fang yang brutal nan kasihan. Vay bingung ingin melakukan sesuatu, tetapi apa yang dia bisa? Kelincahannya seakan terkunci. Mengikis dinding dengan kukunya seraya berpikir. Vay tetap tidak menemukan jawaban. Dia dapat merasakan sakit yang diterima Fang sejak tadi. Pasti laki-laki itu kelelahan. "Bagaimana ini? Aku harus menjauhkannya dari Fang. Dengan begitu Fang bisa menjauhkan tongkatnya dan aku bisa mengambilnya. Itu bagus, tapi bagaimana melakukannya?! Berpikirlah, Vay! Cepat berpikir!" pekik Vay t

