Berbagai bayangan hadir. Seiring ombak menghampiri tepian, selembut itulah jiwa berterus-terang. Senyum di wajahnya tak bisa menyangkal rasa tenang. Menikmati waktu sendiri dengan penampilan baru. 'Kenyataan ini apakah akan hilang suatu saat nanti?' pikir Rey. Semakin manis bibir itu tersungging, semakin merah pipi seorang gadis yang tengah memberi minum kuda. Benar kata orang, laut mampu menyihir hati siapapun. Fang memperhatikan Zee yang salah tingkah. Dia menghela napas sabar. "Katakan saja." Zee terjingkat kala Fang bicara setelah diam. Itu pun tangannya masih sibuk menyisir rambut kuda. Zee kelagapan, "Apa? Kau mengatakan sesuatu?" Fang semakin tersenyum, "Kau takut dia akan pergi, bukan? Memandang laut itu pasti pikirannya tengah bebas." Kedua alis Zee terangkat. Sepenu

