32. Bunga Anggrek Bulan

2578 Kata

Rey tidak boleh bersenang-senang. Dia ikut serta membersihkan tempat latihannya. Para monyet itu membuat kekacauan besar. Kemudian, Zee datang dengan menggendong anak monyet yang dia kejar. "Selamat pagi, semuanya!" dengan lugu nan cerianya Zee menyapa. Seluruh perhatian berpusat pada Zee. Sontak Zee terjingkat melihat penampilan Vay dan Kal. Mereka seperti orang gila. "A-apa yang terjadi pada kalian? Kalian berkelahi sampai merusak semuanya?" tanya Zee polos. Menunjuk segalanya dengan tatapan. Napas Vay turun-naik. Bukan karena kedatangan Zee yang terlambat, melainkan melihat monyet yang memasang ekspresi permusuhan padanya. Monyet itu menunjukkan giginya seolah ingin menggigit apapun. Rey meringis kaku menenangkan Vay, "Vay, jangan marah, ya." Vay menepis tangan Rey membuat Re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN