Sangat lebat nan misterius. Terukir nama kerajaan Leazova di setiap pohon di pesisir laut. Rey membaca satu per-satu tulisan itu. Angin bertiup cukup kencang menerbangkan apapun yang ringan. Juga tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia. Namun, Rey menemukan sisa sampah yang habis dibakar. Tandanya pulau ini berpenghuni. Fang dan Zee segera mencari tahu kebenarannya. Menaiki kuda dan menelusuri pulau dari tepian. Sembari menunggu mereka tiba, Rey dan Kal mencoba menepikan kapal ke pulau agar sewaktu-waktu tidak terbawa arus besar. Vay mencari serangga. "Jangkarnya sudah aman," ujar Kal keras. "Aku juga sudah mengikat ujung kapal ke pohon," balas Rey. Mereka berkumpul bersama Vay di sebuah batu besar dekat perbatasan hutan. Tidak ada yang bisa dilakukan. Rey tersenyum saja menikmati pu

