Dua jarum berwarna perak nampak lebih mengkilap dari sebelumnya. Gadis itu memegangnya dengan sangat hati-hati. Mungkinkah itu adalah racun duri mawar raksasa yang dimaksud? "Tu-tunggu! Apa efek jika kami menerimanya?" Vay harap-harap cemas. Gadis itu menatap Vay datar, "Mati." Degupan jantung tak lagi seirama. Darah berdesir tak karuan. Vay menggeleng tak mau terkena jarum itu. Kaki gadis itu perlahan melangkah pada Vay dan Kal. Vay tetap saja meronta dan benar, kondisinya semakin lemas. Kal juga tidak bisa berbuat apapun. Dia bisa merasakan gadis itu serius. Di samping itu, kulit Fang berbuah pucat, dadanya mulai sesak. Racun itu seolah menggerogoti tubuhnya hingga tuntas di dua puluh empat jam nanti. "Senjata pemusnah yang buruk. Karena itu kau membuat yang lebih ampuh?" kata Fa

