Kapal masih terombang-ambing. Ombak pun marah saat ini. Hujan deras telah mengguyur. Sangat nekat jika mereka pergi berlayar. "Mereka datang! Kita akan tertangkap. Kalian pergi, biar aku tetap di sini. Aku tidak bisa berlatih jika ikut bersama kalian," terang Rey serius. Tatapannya seakan mengatakan tak ingin didebat. "Bodoh!" Vay memaki dengan mata yang bercahaya. Rey rasa dia akan menangis, "Bagaimana bisa kami meninggalkanmu sendirian?" Rey hendak menjawab, tetapi Kal mendahuluinya. "Aku dan Fang juga berpikir demikian, tapi kemampuanmu yang sekarang belum memadai, Rey. Lagipula mencuri sihir bukan mudah. Jika mudah sudah kami lakukan sejak dulu," kata Kal dengan nada sedikit lantang. Petir pun menyambar sesuatu di hutan. Suaranya nyaris memekakkan telinga. Rey memejamkan mat

