28. Racun yang Sebenarnya

2625 Kata

Keputusan Vay berakhir tetap. Dia memberontak kala para gadis di kamar berpaling dari mereka. Vay menghajarnya dari belakang. Tidak masalah kalau disebut pengecut, dia memang licik sesuai keinginannya sendiri. Itulah Vay Ijri. Berhasil meluluhlantakkan sebagian dari mereka hingga pingsan. Lalu, tersisa sepuluh orang yang sangat pandai berkelahi. Situasi menjadi serius. Vay harus lebih waspada. "Sial! Mereka setara denganku?" gumam Vay mirip desisan. Tangan dan kakinya masih siap siaga. Dia dikepung. Vay hampir terpojok di dinding. "Kurang ajar! Beraninya kau menghajar saudari kami!" seru salah satu dari mereka yang juga memasang kuda-kuda. Vay berdecak dan menyeringai, "Hah! Beraninya kau melukai teman-temanku! Aku bisa membalikkan keadannya tau!" "Dasar sombong! Bagaimana kau bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN