48. Apartemen

1695 Kata

“B-bapak mau apa? Minggir ih...” Jasmin mendorong tubuh kekar suaminya yang tak mengenakan apapun. d**a kekar nan bidang tersebut terasa keras di bawah sentuhan telapak tangannya. Jasmin kesal, bukannya Rei segera menyingkir karena penolakannya, pria itu justru sengaja semakin mendekat, menindih tubuh kecilnya, sesak. Jasmin pun memukuli bahu kokoh Rei, seraya terus berkata minggir. Rei terlihat tenang. Tidak peduli sama sekali dengan pukulan protes Jasmin. Ia tahu tindihan tubuhnya tidak akan menyakiti Jasmin, wanita itu saja yang terlalu berlebihan. Rei menatap mengintimidasi bola mata bening yang bergerak-gerak panik. Wajah cantik itu kini justru menjadi Semerah tomat, salah tingkah karena Rei menatap intens bibirnya. Bibir merah muda itu membuat rahang Rei kian mengeras, menahan se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN