Sudah empat hari Jasmin bersemedi di kawasan elit apartemen Rei. Lingkungan yang hanya bisa di rasakan segelintir orang yang congah, bermandi harta, lupa jika ia hidup di antara manusia yang sengsara, berkawan dengan derita. Seandainya Jasmin tidak berangkat dari keluarga yang penuh derita, hari ini Jasmin pasti sudah mengeluh, marah dan kecewa karena sang pembantu rumah tangga Rei, yang biasanya mengerjakan pekerjaan rumah tiba-tiba izin tidak bisa masuk kerja untuk beberapa hari, ibunya sedang ada di rumah sakit, dan ia satu-satunya yang bisa menjaganya. Tentu saja Izin cuti Bu Aini untuk beberapa hari kedepan tidak terlalu berdampak bagi Jasmin. Wanita yang sudah terbiasa dengan pekerjaan kasar itu tidak kaget dengan pekerjaan rumah yang kini jadi tertimbun padanya. Baginya menyapu,

