Siang menuju sore yang hangat, di sebuah rumah sakit swasta, hiruk pikuk yang pagi tadi sempat terjadi, kini mulai lengang. Para perawat yang sejak pagi mondar mandir menemani dokter, mulai bisa bernafas lega, tenang, bisa duduk mengayun kaki di bawah kolong meja. Bibir mereka merangkai kata lucu, bercanda dengan rekan kerjanya. Tidak jauh dari mereka, ada sebuah ruang praktek dokter gigi yang selalu ramai di kunjungi orang. Entah karena sang dokter yang mempunyai wajah rupawan, bertubuh tinggi atletis, atau karena keahliannya memegang oral diagnostic. Yang jelas orang-orang selalu datang silih berganti mengunjunginya. Bahkan para pejabat dan keluarganya, menjadi pelanggan nya. Sang dokter rupawan tersebut kini tengah duduk di balik mejanya, wajahnya yang selalu ramah di depan pasien,

