Mata Rei melotot tatkala merasakan bibir lembut menempel di pipinya. Terkejut, tubuhnya pun seketika membatu, hanya diam, hingga akhirnya Jasmin menarik wajahnya. Jasmin tidak mengerti pada dirinya sendiri, entah dedemit dari neraka mana yang merasukinya, hingga ia pun menjadi sangat berani, mengambil nasi di pipi suaminya dengan bibirnya. Yang ia tahu, entah mengapa hatinya sakit sewaktu melihat Ema hendak menyentuh pipi suaminya, dirinya saja tidak pernah menyentuh pipi itu, apalagi orang lain, tentu tidak boleh memegangnya. Hati Jasmin kembali panas ketika mengingat apa saja yang telah dilakukan wanita itu pada suaminya. Wanita itu sudah menyentuh ponsel suaminya, duduk terlalu dekat dengan nya. Dan sekarang berani sekali dia hendak menyentuh wajah suaminya? Jasmin yakin, sebelum i

