"Mas munduran dikit dong.” Jasmin menggerak-gerakkan tubuhnya. Risih dan tidak bisa bergerak, karena Rei terlalu mepet dengannya. Kaki panjang pria itu menghimpit tubuh nya. Sedangkan kedua lengan nya melingkari perut ratanya. Rei pun menarik dirinya sedikit, enggan lepas dari tubuh yang mengandung listrik nikmat tersebut. Tubuh istrinya memang ajaib. Hanya memegang tangannya saja seluruh tubuhnya terasa berkedut-kedut indah. Tubuh Rei tetap saja menempel rapat pada tubuh yang mengandung candu tersebut. Tidak peduli dirinya bagai anak monyet yang menempel pada induknya. "Udah longgar?" Tanya nya tanpa dosa. Ia lalu terkekeh saat Jasmin menggerutu, "Longgar apaan? Tetap aja sempit, mending tadi naik mobil kalau kayak gini jadinya." Gerutu Jasmin. Rei lalu menaruh kepalanya menempel di

