27. Kamar Tamu

1438 Kata

“Jasmin bangun" ucap Rei seraya menggoyang pelan bahu ramping Jasmin. Sudah tiga kali ia memanggil nama gadis cantik di depannya, tapi Jasmin tak kunjung membuka matanya. Nafasnya yang menghembus lembut teratur seolah menjadi pertanda bahwa Jasmin sedang nyenyak-nyenyaknya tidur. Rei pun jadi tidak tega mengganggunya. Mungkin benar, gadis itu sedang kelelahan.  Pak Budi, sang satpam asrama, yang sejak tadi menjaga pintu gerbang asrama, tahu jika Rei masuk sambil membawa Jasmin di mobilnya. Pria itu lalu menghampiri mobil Rei yang kini berhenti di depan rumah Bu Yuki. "Mas Rei, mbak Jasmin kok bisa sama kamu?" Tanya Pak Budi ingin tahu. Membantu membukakan pintu untuk Rei.   "Hari ini Jasmin kuliah malam. Dan aku yang ngisi kuliahnya." Terang Rei. Seraya membenahi letak baju Jasmin yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN