Senyumanmu selalu yang aku nantikan, bukan gurat sedih yang terlukis di wajahmu *** SENYUMAN tipis tersungging di bibir Gito. "Siapa bilang sakit? Orang gue cuma bisa jatuh cinta sama lo kok." Gina tentu saja kaget bukan main ketika Gito mengucapkan kalimat seperti itu. Pipi Gina langsung memanas, ia menyembunyikan wajahnya di punggung Gito. Seolah dengan itu ia tidak ingin membiarkan jika Gito melihat dirinya yang tersipu. Jantung Gina sungguh tertompa lebih cepat, bahkan senyumannya tidak bisa di hentikan begitu saja. Singkatnya, saat ini Gina merasa seperti diterbangkan ke angkasa. Dan Gina harap, Gito tidak pernah menjatuhkannya. "Kenapa diem?" tanya Gito sembari melirik Gina yang masih saja salah tingkah. "Bang Gito jago banget bikin Gina baper. Nggak pa-pa deh perut lapar k

