Kamu memang bukan siapa-siapa lagi di kehidupanku, tapi tetap saja, melihatmu diperlakukan tidak baik, aku bakal tetap membelamu *** "KENAPA kamu minta ketemuan di sini? Kamu mau ngomong apa?" Saga yang berdiri di taman sekolah tersentak kaget saat tiba-tiba saja sebuah pelukan dari tangan ramping membalutinya. Saga melepaskan tangan Misa, kemudian berbalik sambil tersenyum. Beberapa menit yang lalu ia memang meminta cewek itu untuk menemuinya di tempat ini. Senyuman Misa terbit, ia menunggu Saga angkat bicara. "Gimana? Ujiannya lancar nggak? Maaf ya seminggu terakhir aku nggak hubungin kamu. Kita sama-sama sibuk belajar, jadi maklumi aja, ya?" Dengan gemas, Saga mengacak rambut Misa. Kemudian tangannya turun sampai di pipi cewek itu, Saga meninggalkan jejak elusan halus yang begitu

