Luka yang kamu berikan masih belum cukup kering untuk menerimamu kembali *** TIDAK merasa takut, Gito maju dengan langkah cepat menghampiri Saga, tidak basa-basi dan banyak tingkah, ia segera memberi pukulan maut tepat di perut Saga. Karena tidak mau kalah, Saga juga membalas tinjuan keras, tetapi Gito dapat mengelak dengan gesit, alhasil pukulan dari Saga hanya menghantam udara. Ditatapnya wajah Gito dengan bengis, garis rahangnya semakin keras, Saga mencoba lagi tetapi bernasib sama. Gito tidak terkalahkan, bahkan Gito sudah menebak jurus pukulan seperti apa yang akan Saga layangkan. Gito tersenyum remeh, ia langsung menghajar Saga, kali ini sasarannya adalah wajah cowok itu. Tidak peduli jika wajah Saga memang berantakan karena sebelumnya sudah di cakar Misa. Beberapa kali pukula

