Aku peduli karena aku sayang kamu *** SAMPAI bel pulang sekolah sudah berbunyi, kekesalan Gina tidak kunjung pudar, ia mengerucutkan bibirnya sambil bertopang dagu. Padahal, Lisa yang duduk tepat di sampingnya sudah mengoceh terus bahwa sekarang adalah waktunya untuk pulang. Bukannya Gina tidak mendengar omelan Lisa, ia hanya enggan menanggapi, mood-nya kacau karena tindakan Gito kemarin. "Buset dah Gin. Lama-lama gue pengin umpanin lo sama kalong Wewe deh. Lagi mikirin apaan sih? Udah pulang woy kalo lo lupa!" Untuk kali ke sekian, cecaran dari Lisa terdengar dan menusuk gendang telinga Gina. Gina menoleh, menatap jengah pada Lisa. Lalu bola matanya memutar malas. "Lisa kalo mau pulang yaudah pulang aja. Gina mau di sini." "Apa? Nginep maksud lo?" Lisa terperenjak, tubuhnya memutar

