Aku takut salah, aku takut jika perasaan itu datang lagi. Apalagi hatiku yang mudah terjerat. Tindak tandukmu sering kali membuatku melayang, tidak kenal arah, membuatku bimbang *** TAK sengaja, Misa terhuyung karena kakinya tersandung, hal itu menyebabkan buku paket yang berada dalam dekapannya kini berhamburan, tercecer di lantai. Misa tersungkur, ia bahkan mengeluarkan rintihan karena pergelangan kakinya terasa begitu sakit, dugaan Misa kini jatuh pada kakinya yang mungkin terkilir. Setelah mengumpulkan bukunya kembali, ia lalu berusaha berdiri, sesekali menyerngit ngilu. "Auuh!" Misa kembali mengaduh kesakitan. Ia terduduk di lantai koridor lagi. Ini masih jam pelajaran, lorong masih sepi. Hanya Misa seorang yang berada di tempat ini. Di sela memijit kakinya, Misa dikejutkan oleh

