Hanya demi kamu, aku rela melakukan apapun, asalkan kamu bahagia berada di sisiku. Itu sudah lebih dari cukup *** SENYUMAN manis dari ujung bibir Gina terus saja tercipta, walaupun Gito tidak melihatnya, ia sudah tahu bahwa gadis itu sedang melakukan itu. Kebahagiaan tersendiri bagi Gina bisa meluk tubuh atletis Gito dari belakang seperti ini, begitu nyaman. Tanpa meminta persetujuan dari cowok itu, Gina dengan lancang menempelkan pipi kanannya di punggung Gito, matanya terkatup rapat. "Gina pengin tidur, kalo udah nyampe bangunin ya bang?" Gito tidak menghiraukan ucapan Gina. Ia mendengus kasar. "Nanti bang Gito bakal ngasih Gina cokelat lagi nggak?" tanya Gina, masih tetap memejamkan matanya. "Kok lo ngelunjak sih? Bukannya syukur gue kasih," balas Gito sengit. "Kemarin Gina, k

