Sepanjang perjalanan Hendrik terus berpikir tentang Arum. Rasa yang ia punya demikian tercabik-cabik. Selama ini ia selalu berharap yang terbaik untuk semua wanita. Sejak kekasih hatinya pergi meninggalkan dirinya. Hatinya begitu luka, ia merasa dunia tidak adil pada dirinya. Ia selalu menjaga cintanya pada kekasihnya. Namun saat itu musuh terbesar nya adalah orang tuanya, ia tidak mungkin melawan. Dulu Hendrik berpikir bahwa ia akan maju dan berjuang hingga bisa menjadi kaya raya, menata semuanya, ia bisa menikahi kekasihnya diam-diam hingga kemudian membawanya menuju orang tuanya saat ia mampu nanti. Namun sayang, kekasihnya lebih memilih pergi bahkan tanpa mengucapkan sepatah kata pun padanya. Mungkin ucapan orang tuanya demikian menyakiti hati wanita itu hingga ia memilih pergi. He

