Arum telah bangun dari tidurnya dan memasak untuk sarapan pagi. Tujuh piring sengaja ia tata di meja makan. Ia juga menyediakan piring untuk Raisa. Arum tidak ingin dianggap kejam kemudian anggapan itu dipolitisir hingga membuat dirinya menjadi yang bersalah. Kasus serupa banyak terjadi itulah mengapa Arum tidak ingin kejadian serupa menimpanya. Pagi yang cerah, semua sudah berkumpul di meja makan dan menduduki kursi mereka masing-masing. Arum ada di sana, Raisa baru muncul dengan gaun tidur berwarna merah. Rambutnya diikat ke atas hingga leher jenjangnya terlihat. "Wanita ini memang cantik. " Bisik Arum dari dalam hatinya. Mereka semua duduk, anak-anak nampak sibuk memperhatikan Raisa dengan perut buncitnya. Satu persatu makanan mulai pindah dari piring menuju perut. Hingga saat se

