KALIMAT SAKTI MEMATIKAN HATI

753 Kata

Pukul delapan lebih lima belas menit, Bagas pulang dengan wajah kuyu dan lesu. Tak ada ucapan salam dari bibirnya ketika memasuki rumah. Ia masih berseragam lengkap. Melihat itu Arum menghidangkan secangkir jahe hangat di atas meja makan. Sekali lagi ia tidak ingin terlibat sebuah permasalahan yang bisa berujung pertengkaran. Arum demikian kuat menjaga hati anak-anaknya. Bagas duduk di kursi di ruang makan, ia meminum jahe hangat tanpa menyapa yang membuat. Arum tidak perduli hal itu yang penting Bagas sebagai ayah anak-anak pulang dengan selamat. "Um, " suara Bagas terdengar sedikit nyaring ketika dirinya telah berganti pakaian. Bagas memanggil Arum. "Ada apa ?" Balas Arum pendek. "Kemarilah. " Tanpa banyak basa-basi Arum duduk di sofa empuk ruang tamunya, hari menjelang malam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN