Dua hari usia kejadian itu, Arum masih berada di rumah mereka, rumah yang sama tempat Bagas dan anak-anak tinggal. Rumah yang sama tempat mereka berbahagia selama bertahun-tahun yang lalu. Arum tidak perduli seberat apa derita batin yang ia alami ia tetap memilih tinggal di rumah ini. Ia tidak ingin hati anak-anak bergejolak, ia ingin semua tetap tenang dan baik-baik saja, ia tidak ingin ada duka. Ia ingin anak-anaknya tetap tersenyum dan satu hal lagi... Ia tidak ingin jadi pihak yang kalah!. Ia tidak perduli seberapa besar Bagas menyiksanya. Ia tetap memilih tinggal. Arum butuh jeda bagi dirinya sendiri untuk membuat strategi yang berarti. Pagi ini Arum tetap memasak, tetap menghidangkan satu teko besar teh manis panas di meja makannya. Arum masih beraktivitas seperti tidak t

