Rencana Laras

1303 Kata
Titip Benih BAB 15 Pagi setelah menyelesaikan rutinitas, aku membuka toko. Seperti biasa, lketika pagi hari toko pasti sudah ada saja warga yang berbelanja. Karena hanya tokoku yang cukup komplit, jadi, kadang mereka rela menunggu didepan warung sampai jam aku membuka toko. Ketika sedang sibuk melayani pembeli. Ada seorang laki-laki yang wajahnya asing bagiku. Karena selama aku berada disini aku tidak pernah melihatnya. Wajah mereka seperti bukan wajah orang kampung. Mereka terlihat sangat bersih dan rapi, ya walaupun pakaian mereka sederhana, tapi, tidak bisa menutupi wajah kotanya. "Maaf, Bu, disini ada jual pulsa?" "Ada, Pak... Mau pulsa apa?" "Kalau ada yang seratus saja." "Oh... Ada Pak." "Wah... Baru Bapak lho yang beli pulsa nominal besar disini," "Masak sich Bu?" "Benar, Pak," Lalu dia masuk menyebutkan nomor yang akan diisi pulsa. "Bapak baru disini ya?" "Iya, Bu..." "Dari mana asalnya Pak?" "Dari Bandung, Bu..." "Oh... Pantas, Saya tidak pernah melihat Bapak. Oh ya Pak, coba di cek apa sudah masuk pulsanya?" Setelah itu pria itu mengecek ponselnya. Aku cukup kaget ketika melihat ponselnya, karena, ponsel itu tipe ponsel yang harganya lumayan mahal. Ponsel dengan merek yang cukup terkenal yaitu dengan logo buah apel digigit tikus separo. Jadi aku semakin yakin jika orang ini bukanlah orang biasa. "Sudah Bu... Terima kasih." "Oh iya Pak, sama-sama." Sebelum pergi pria itu mengucik ponselnya sambil tersenyum. Entah apa yang di lihatnya sehingga Dia terlihat senang. Mimik wajahnya seperti orang yang mendapatkan kabar baik. Tak berselang lama ada notifikasi masuk ke ponselku. Dan setelah aku lihat ternyata ada notifikasi transfer dari Mas Ikhsan. Jujur aku sangat kaget, Karena sudah empat bulan ini Dia tidak pernah mengirimkan uang ke rekeningku. Namun mengapa tiba-tiba hari ini Dia transfer uang? Apakah Mas Ikhsan sudah mengetahui keberadaanku? Ah! Tidak mungkin. Jika Mas Ikhsan mengetahui dimana keberadaanku, pasti Dia sudah datang kesini dan langsung membawaku pergi dari sini. Karena aku sangat tahu bagaimana sifat Mas Ikhsan dan Mbak Laras, mereka tidak akan melepasku begitu saja, apa lagi jika mereka tahu aku masih menjaga kandunganku, pasti mereka akan melakukan segala cara untuk membawaku pergi. Waktu terus berjalan, sudah tiga bulan ini mas Ikhsan rutin mengirimkan uang ke rekeningku. Aku tidak pernah menggunakan uang yang mas Ikhsan transfer. Aku juga tidak mau ambil pusing. To, aku sudah mengganti nomor teleponku jadi Mas Ikhsan tidak akan bisa menghubungi ku. Uang dari mas Ikhsan biarlah aku tabung untuk nanti biaya lahiran. Setidaknya sekarang aku sudah tidak perlu bingung lagi untuk biaya persalinan dan membeli perlengkapan bayi. Perut yang semakin membesar membuatku sangat mudah lelah dan pergerakanku juga mulai terbatas. Kata dokter bulan depan adalah bulan dimana aku akan melahirkan anak ini. Jadi untuk sementara aku menutup toko, Karena aku memang benar-benar butuh waktu untuk beristirahat. Sedih sudah pasti, disaat seperti ini aku harus menjalani seorang diri. Tanpa ada dukungan dari suami maupun orang tua. Aku sudah mempersiapkan segala keperluan bayi dan sudah aku masukkan kedalam tas, jadi nanti ketika aku kontraksi tidak terlalu repot lagi bersimpun. Tinggal membawa tas yang sudah aku persiapkan sebelumnya. Aku mengelus perut buncitku. "Nak... Sehat selalu sampai lahir nanti ya sayang... Mama sangat menyayangi mu. Yakinlah kelahiranmu adalah kado terindah bagi mama. Papamu juga sangat menantikan kehadiranmu. Suatu saat papa pasti akan datang menjengukmu." ucapku sambil menangis. Aku masih berharap mas Ikhsan bisa berubah dan tidak lagi berniat memisahkan aku dengan anakku. ???????????? Laras Aku bingung dengan sikap mas Ikhsan, Setelah pulang dari luar kota kenapa dia terlihat sangat tenang? Apakah dia sudah menemukan wanita kotor itu? Tapi jika sudah lalu dimana dia sembunyikan wanita itu? Apakah mas Ikhsan mulai menaruh hati dengannya sehingga mas Ikhsan mulai berubah pikiran. Tidak! Semua itu tidak boleh terjadi. Aku harus segera menemukan perempuan itu, aku tidak mau kecolongan. Semua pertanyaan memenuhi kepala ku. Aku tidak bisa diam saja begini. Aku harus bertindak. Aku harus bisa mengambil anak itu dari perempuan kotor itu. Karena anak itulah satu-satunya penyelamat keluargaku. Orang tuaku bangkrut dan hutangnya menumpuk. Aku tidak mau orang tuaku dikejar depcolektor terus. Kasihan mereka. Jadi aku harus berusaha untuk mengambil alih perusahaan yang akan menjadi warisan mas Ikhsan itu untuk menyelamatkan orang tuaku. Hanya itu satu-satunya jalan untuk keluargaku. Cinta! Ya, aku sangat mencintai mas Ikhsan. Tapi, cinta saja tidak cukup membuatku bahagia. Aku adalah wanita sosialita jadi aku juga butuh banyak uang. Ditambah lagi sekarang aku harus menanggung biaya kebutuhan kedua orang tuaku. Jadi aku harus bekerja merayu mas Ikhsan lebih keras lagi. Aku akan memanfaatkan anak itu untuk memeras mas Ikhsan, Biar saja aku mengasuh anak itu asalkan uang selalu mengalir kekantongku. Sebenarnya aku tidak pernah ke guguran. Tapi, memang sengaja aku gugurkan. Aku tidak mau jika aku hamil badanku akan melar dan gemuk dan tidak sexi lagi. Aku tidak mau merusak tubuhku hanya karena anak. Aku juga tidak suka dengan anak kecil. Jadi keputusan untuk menggugurkan kandunganku itu adalah keputusan yang sangat tepat. Aku tidak pernah menyesali apa yang pernah aku lakukan. Bagiku semua itu aku lakukan agar tubuhku tetap sexi dan yang terpenting mas Ikhsan tetap tergila-gila dengan bentuk tubuhku yang tidak berubah sedikit pun dari kita pacaran sampai menikah. Aku tidak mau seperti perempuan diluar sana yang bentuk tubuhnya berubah setelah menikah. Dokter juga sebenarnya tidak menyarankan aku untuk mengangkat rahim ku. Tapi, karena aku memaksa dan memberikan cukup uang akhirnya dia mau dengan alasan rahimku sudah rusak. Dengan memiliki uang yang banyak, aku bisa melakukan apa saja yang aku suka dan yang aku inginkan. Jadi dengan hadirnya anak itu, akan membuatku jauh lebih mudah untuk memilki perusahaan. Aku lalu menghubungi orang suruhan ku. "Andre! Kamu cepat cari perempuan yang tadi aku kirim fotonya." "Baik Nyonya." "Ingat! Kamu cari sampai ketemu. Jika kamu berhasil menemukan perempuan itu, aku akan memberimu hadiah uang seratus juta." "Yang bener nyonya?" "Aku serius. Jadi usahakan secepatnya kamu cari informasi tentang perempuan itu dan ingat setelah kamu menemukan dia, Cepat hubungi aku." "Beres,,, Nyonya..." Setelah menghubungi Andre, aku jadi lega. Andre adalah orang yang bisa aku percaya dan dia juga orang yang memiliki banyak koneksi, jadi akan mudah baginya untuk mencari wanita sia**n itu. Jujur sebenarnya aku sangat cemburu ketika mas Ikhsan menghabiskan waktu bersama perempuan kotor itu. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, Karena aku butuh anak dari rahimnya. Tatapan mas Ikhsan ketika melihatnya terlihat jika mas Ikhsan memiliki rasa dengan wanita itu. Aku sebenarnya meminta mas Ikhsan untuk menceraikan wanita itu setelah melahirkan anaknya. Tapi Mas Ikhsan menolak karena mas Ikhsan sudah berjanji tidak akan menceraikan wanita sia**n itu. Tapi dia akan di kirim pergi jauh ke luar kota. Aku tidak setuju dengan rencana Mas Ikhsan. Karena jika wanita itu masih menjadi istrinya, maka mas Ikhsan masih bisa menyentuhnya dan bisa-bisa Mas Ikhsan memiliki anak lagi dari wanita itu. Aku hanya butuh satu anak. Jadi aku akan melakukan segala cara agar wanita itu tidak akan bisa hamil lagi, Agar mas Ikhsan menceraikannya. Sudah tiga bulan aku menunggu kabar tentang keberadaan wanita itu. Namun nihil. Andre belum memberikan kabar apapun tentang wanita itu. Aku semakin prustasi, karena satu bulan lagi dia pasti melahirkan. Aku harus bisa mendapatkan wanita itu sebelum dia melahirkan. Karena bisa-bisa aku tidak akan mendapatkan anak itu. Aku terus berusaha menekan Andre agar segera mungkin mendapatkan informasi tentang wanita itu. Sore itu ketika aku sedang benar-benar kesal karena mama meminta uang yang cukup besar. Tiba-tiba ponsel ku berdering. "Ya hallo." "Nyonya... Saya sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan wanita yang anda cari." "Bagus! Sekarang juga kamu kirim alamatnya dan ingat jangan lakukan apapun. Besok aku sendiri yang akan menjemputnya!" "Baik Nyonya." Aku tertawa puas. Sepertinya dewi fortuna berpihak kepadaku. Airin! Tunggu kedatanganku besok. Akan aku buat kamu menyesal karena membuatku harus mengeluarkan uang yang begitu banyak hanya untuk mencari keberadaanmu! Aku tidak memberitahu mas Ikhsan, Jika aku sudah menemukan wanita itu, Biarlah semua menjadi kejutan untuknya. Aku yakin mas Ikhsan akan sangat senang jika aku berhasil membawa wanita sia**n itu ke rumah ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN