Perkataan pak Chiko terus terngiang dalam benak Fay, dan itu sudah terjadi sejak dua minggu yang lalu. Saat itu Fay tanpa berkata apapun langsung bangkit dan pamit pulang dengan pikiran blank antara sadar tak sadar. Dan sejak saat itu, pergerakan pak Chiko semakin hari semakin gesit tanpa ditutupi. Sekarang mereka sudah bertukar chat, sesekali telfon atau video call yang paling parah. Sungguh Fay tidak pernah terbayang akan seperti ini pada dosennya, Fay pun belum tahu persis bagaimana perasaannya. Ini masih terlalu cepat bagi Fay untuk benar-benar tahu apa yang dirasakannya. Fay tidak pernah pacaran, tapi jika dekat dengan beberapa pria tentu saja Fay pernah berada ditahap itu. Tetapi Fay tak terlalu memikirkan asmaranya disaat ia harus belajar giat supaya mendapat beasiswa dan tidak me

