Fay menggigiti ujung jarinya gugup, ia sangat yakin ini bukan hanya perasaannya saja. Nyatanya memang si pak dosen yang tak boleh disebutkan namanya itu sedang mendekatinya, seakan sengaja mereka selalu berpapasan ataupun bersisian dikoridor. Sialnya pak dosen itu selalu bertanya padanya dengan pertanyaan tak wajar antara mahasiswa dan dosen, seperti "Kamu suka warna apa?" Seperti biasa dengan rasa terkejutnya Fay selalu menjawab, lalu pria itu kembali melancarkan pertanyaan yang menurut Fay tak ada jawaban pastinya. "Jika suka warna itu, kenapa kamu tidak konsisten? Saya lihat dari pakaian kamu, kamu suka semua warna." Atau, "Kamu sarapan pagi ini?" Fay mengangguk ragu, "bagus." Lalu pria itu pergi begitu saja. Atau atau, "Sekarang kamu tidak pernah terlambat lagi karena diantar adik

