Chiko mendelik saat melihat kertas-kertas yang ditadinya tertumpuk rapi diatas meja kaca sofa berjatuhan dan betantakkan. Ini sudah jalan dua minggu tetapi mahasiswinya yang bernama nona Tan itu masih terlihat ceroboh tanpa perubahan. Dimulai dari tumpahnya minuman baik itu kopi, teh, matcha tea atau lainnya di lantai, di sofa, diatas meja bahkan diatas kertas. Lalu berlanjut pada adegan terpeleset yang sudah terjadi sekali dan adegan hampir terpeleset entah keberapa kali. Chiko cinta angka tapi tak suka menghitung sesuatu yang tak bermanfaat. Oleh karena itu untuk memperbaiki semuanya, Chiko terus memerintah nona Tan seenaknya karena berhasil mengusik ketenangan Chiko pada sastra seorang penulis yang sedang dieditnya saat ini. Contohnya mengepel lantai, mengelap kaca, membersihkan kamar

