"Rindu.. Mengapa rindu hatiku tiada tertahan.. Kau biarkan daku seorang.." Chiko berdecak pelan, ini masih pukul sembilan pagi dan Devano sudah beraksi dengan hobi barunya yang menggeparkan rumah. "Udah mau berangkat?" Chiko bergumam pelan membalas ucapan Mommy nya lalu mencium tangan ibunya itu. "Hati-hati ya di jalan." Chiko mengangguk sebelum pergi meninggalkan rumah ke arah dimana mobilnya. Selama perjalanan, Chiko tersenyum tipis membayangkan dirinya yang terus memikirkan wanita itu. Memikirkan mahasiswinya yang ceroboh. Ini mungkin terdengar mustahil bagi yang mengenal Chiko, bahwa Chiko berhasil memikirkan seorang wanita beberapa hari ini hingga konsentrasinya terkadang suka pecah. Meski tak dipungkiri ada begitu banyak pertanyaan dan protes dalam diri Chiko mengapa harus wanita

