Bab 44

1825 Kata

Derris baru saja akan menarik selimutnya, namun gerakannya terhenti karena suara ketukan pintu yang cukup keras dari arah luar kamarnya. Derris lalu menarik diri dari posisi tidurnya untuk membuka pintu kamar kost-nya. Rian menyeringai ketika Derris membuka pintu kamarnya. Ia langsung masuk tanpa minta persetujuan dari sang pemilik kamar. Derris hanya berdecak kesal melihat tingkah laku sahabatnya ini. Derris lalu berjalan ke arah tempat tidurnya lalu membaringkan badannya kembali. Rian yang sedang duduk di bawah tempat tidurnya sedang asyik memainkan ponselnya tanpa bicara. Derris melihat jam pada ponselnya yang telah menunjukan pukul sepuluh malam. Tidak biasanya Rian datang pada jam seperti ini. Membuatnya berpikiran bahwa Rian sedang ada masalah. "Aku sudah putus." ucap Rian pela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN