"Kamu yakin nak belum mau kasih mama cucu lagi?" Tephie yang sedang main ke rumah orang tuanya nampak ragu. Fely terkekeh, "bukan mama mau ikut campur lho, udah waktunya kamu lepas dari bayangan masa lalu, pikirkan perasaan suamimu yang pastinya berpikir hal yang sama, menahan sabar itu ngga mudah lho sayang." Tephie melirik Ardi yang sedang mengobrol dengan Papanya. Rasa bersalah itu muncul karena mengabaikan keinginan suaminya selama dua bulan ini. Pasti berat buat Ardi namun suaminya ini rela demi dirinya. "Tephie akan bicarakan segera Ma sama Kak Ardi." Ucap Tephie. "Keputusan semua ditanganmu nak." Fely melanjutkan menyiapkan makan malam dibantu Tephie. Selama perjalanan pulang ke rumah, Tephie terus memikirkan ucapan mamanya tadi. Lamunannya buyar saat sebuah tangan menggengg

