Jam makan siang, Ardi kembali ke rumah sakit. Pikirannya tidak dapat fokus, selalu terpikirkan keadaan istrinya. Hari ini ia berencana akan bicara dengan Tephie meski istrinya tidak menanggapi. Ardi masuk ke ruang rawat Tephie. Dibelakangnya ada Alan dan Fely yang tidak tega melihat keadaan putri sulung mereka yang masih belum mau bicara dengan siapapun. Seperti biasa Tephie duduk di tempat tidurnya dengan bersila sambil menatap keluar jendela kamar rawatnya. Tatapannya kosong. "Sayang." Ardi menggenggam tangan Tephie namun Tephie tak mengalihkan sedikitpun tatapannya. Ardi mengangkat sebuah pot kecil yang tertanam beberapa tangkai mawar dipenuhi duri tanpa bunga ke hadapan Tephie agar dilihat istrinya. "Tadi aku mampir ke toko bunga dan membeli beberapa tangkai mawar di pot kecil ini

