Masih teringat saat pertama kali kami bertemu, saat tanpa sengaja aku menyerempet bemper belakang mobilnya. Dia gadis yang manis dan cantik menurutku, dan ngga pernah ku sangka ternyata dia adalah mahasiswi di kampus yang aku pimpin saat ini. Dan dia juga adalah anak dari rekan bisnis yang selalu aku segani, seorang pria bernama Tuan Alan Joseph Pradipta, yang sudah kuanggap seperti ayahku sendiri. Aku jadi semakin sering bertemu dengannya sejak memberinya tugas sebagai asisten sementaraku untuk konsekuensinya melakukan beberapa pelanggaran sekaligus dalam satu hari. Entah mengapa aku justru membuatnya akan semakin sering berada disekitarku karena secara tiba-tiba aku melontarkan tawaran padanya untuk menjadi asisten pribadiku, aku memang memiliki seorang sekertaris namun sepertinya aku

